shodiqah.com

Pertunjukkan Kesenian Tradisional Sumatera Barat di Mesir


Jauh di perantauan tidak membuat kita lupa akan kebudaayan dan ciri khas adat minang, malahan membuat kita semakin cinta akan bumi pertiwi. Orang minang terkenal akan keramahan, sosial yang tinggi dan agama yang kuat.

Adat istiadat dan kesenian yang begitu banyak, membuat rindu kampung semakin terasa. Namun kerinduan itu terobati dengan adanya acara Baralek Gadang dengan rangka menyambut HUT KMM yang ke 66 di Mesir. Berbagai Kesenian Tradisional Sumatera Barat ditampilkan dengan begitu memukau.

Kami sebagai mahasiswa yang sudah lama tidak melihat kesenian Minang, sangat antusias mengikuti berbagai rangkaian acara dari awal hingga akhir.

KMM Sebagai Kekeluargaan Mahasiswa Tertua Di Mesir

Untuk mengetahui siapakah pelajar Indonesia pertama yang datang ke negeri Mesir ini tentulah sangat susah. Akan tetapi salah seorang dari petualang ilmu yang berasal dari Sumatera Barat yaitu Syeikh Jinan Padang menjadi salah seorang yang berjasa dalam pendirian kelompok pelajar asal Indonesia.

Tepatnya sebelum kemerdekaan republik Indonesia tahun 1937, beliau memilliki andil yang sangat besar ketika mendirikan organisasi pelajar dari Indonesia yang bernama Al-Jama'ah al-Khairiyah li Ath Thallabati Jawwiyin. Pada saat itu organisasi ini adalah satu-satunya organisasi pelajar Indonesia yang ada di Mesir.

Seiring dengan berjalannya waktu organisasi ini megalami perubahan pada hampir setiap dekade yang pada akhirnya menjelma mejadi sebuah oganisasi induk pelajar Indonesia Mesir dengan nama Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia atau PPMI.

Untuk mengoptimalkan kinerja organisasi induk, maka akhirnya dirasa perlu untuk mendirikan organisasi yang bersifat kekeluargaan. Masyarakat Minangkabau yang berada di Mesir juga turut mengambil tempat di dalam masalah ini dengan mendirikan sebuah organisasi kekeluargaan yang disepakati dengan nama KMM (Kesepakatan Mahasiswa Minangkabau). KMM didirikan pada hari Ahad, 19 Zulqa'dah 1376 H/ 23 juni 1957 M.

Satu-satunya organisasi yang memakai istilah kesepakatan, setidaknya menjadi organisasi kekeluargaan tertua di Mesir. Dengan mengusung persatuan bersama KMM terus maju dan mengisi lika-liku kehidupan Masisir (Mahasiswa Indonesia di Mesir).

Dikutip dari : Minangkabau Mesir

Minang Games Dan Festival Budaya

Dalam rangka merayakan HUT KMM atau yang disebut dengan Baralek Gadang, ada dua kategori acara. Sebelum dimeriahkan dengan penampilan kesenian tradisional Sumatera Barat, acara dibuka dengan kegiatan Minang games.

poster kesenian tradisional Minang
Picture by : KMM Mesir

Kegiatan yang diadakan di lapangan Nadi Gamalia, keseruan games memeriahkan acara yang diadakan di tengah panasnya kota Kairo, pertandingan antar marhalah sukses menambah panas antar sesama.

Acara khusus untuk Laki-laki yang dibuka dengan futsal, game online seperti Mobile Legends, PS dan diakhiri dengan tarik tambang.

Sedangkan lomba khusus perempuan ada lomba bola ular, bola voli dan tarik tambang, perlombaan yang sukses menambah sorak sorai ditengah berlangsungnya acara.

mahasiswi minang di mesir
Bundo Kanduang KMM Mesir

Acara kedua merupakan acara puncak dengan penampilan tarian dan kesenian Minang, diadakan didalam ruangan yang berlokasikan di Gedung Masroh (Teater) Afaq, Ramsis.

Acara yang sangat mengobati rindu kampung halaman. Tarian dan musik minang yang khas, sukses mengalihkan semua mata kepentas acara.

Festival Budaya Vakum Selama 10 Tahun

Di tahun 2013 merupakan tahun terakhir diadakannya festival budaya, selama sepuluh tahun tidak diadakan, akhirnya Gubernur KMM Denol Putra Lorenza Lc mengadakannya lagi di tahun ini.

Selain warga KMM ada tamu undangan dari Duta Besar Republik Indonesia untuk Mesir, Dr. (HC) Lutfi Rauf. MA beserta rombongan, perwakilan dari PPMI (Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia) dan Gubernur Mahasiswa dari setiap Provinsi yang ada di Indonesia.

Acara yang diangkat dan rangkaian acara yang sangat keren, sukses mendapatkan pujian dari warga Minang dan para undangan yang hadir.
Lancarnya acara tidak lepas dari panitia, tamu undangan, warga KMM dan sponsor yang mendukung.

Acara besar ini di sponsori oleh: Jajanan Arau, Rexley.Id, Bakso Galaxi, Djamen’s, Tsamroh Ticketing, RM Jawa, Rumbai Baggage, dan Mie Aceh Pak Aji.

sponsor acara hut kmm
 

Rangkaian Acara Festival Budaya

Setiap daerah mempunyai budaya dan kesenian sendiri, itulah yang membuat setiap daerah berbeda dengan daerah lain.

Tari Pasambahan merupakan tarian yang selalu menjadi tanda mulainya acara, penari yang membawa carano yang biasanya berisikan daun sirih, kapur, pinang dan lainnya. Yang akan disuguhkan kepada tamu undangan sebagai bentuk penghormatan dan terimakasih dari warga KMM.


tari pasambahan kesenian tradisional
Pic : KMM Mesir

Penampilan silek sukses membuat jantung penonton lari-lari maraton, karena penampilan pemain yang membawa pisau, dan adu kekuatan diatas pentas yang tak kalah sengitnya.
Silat minang kesenian tradisional
Pic : KMM Mesir

Jangan tanya, sorak penonton yang begitu histeris memenuhi isi ruangan. Diakhir penampilan ada atraksi membelah batu es berbentuk balok besar tampa alat bantu, alias cuma dengan tangan kosong.
membelah es balok dengan tangan
Pic : KMM Mesir

Setelah itu penampilan randai juga tak kalah menghoyak pentas teater dengan kelincahan para penarinya.

Randai merupakan kesenian tradisional Minang, yang dimainkan secara berkelompok dalam satu lingkaran. Kesenian yang menggabungkan antara musik, tarik suara, seni tari, drama, dan silat minang. Tradisi yang sudah mulai susah dijumpai dikampung halaman.

randai kesenian Minang
Pic: KMM Mesir

Selain itu juga ada penampilan Stand Up Comedy, Musikalisasi Puisi, Solo Music, dan terakhir acara ditutup dengan penampilan Band Musik.

Ketika Band Musik KMM tampil, penyanyinya membawakan lagu-lagu khas Minang. Yang hampir lagunya berisi akan kerinduan ke kampung halaman dan orang tercinta yang ditinggalkan.

Kesan dan Pesan

Selesai sudah semua rangkaian acara KMM Baralek Gadang. Aku selaku warga KMM sangat senang dan gembira dengan adanya acara ini. Karena dengan inilah terjalinnya tali raso badunsanak sesama masyarakat Minang yang ada di rantau orang.  

Semoga ditahun-tahun berikutnya acara seperti ini tetap selalu ada dan semakin lebih baik hendaknya.
Terimakasih untuk Gubernur dan semua jajaran panitia yang sudah mengangkat acara ini, semoga rasa lelahnya di beri pahala oleh Allah karena sudah memberi obat untuk melepas rindu halaman.













10 komentar

Hai... Terima kasih sudah berkunjung. Semoga tulisan saya bisa bermanfaat untuk Para Asdiqo'.
Shodiqah tunggu komentarnya ya, tetapi jangan tinggalkan link hidup di dalam komentar.

  1. Budaya Minang memang bagus dan mengagumkan

    BalasHapus
  2. Tariannya bagus-bagus, begitu juga bajunya cantik-cantik. Alhamdulillah kebudayaan Indonesia bisa dipentaskan di Mesir. Semoga masyarakat disana semakin mengenal kebudayaan di Indonesia.

    BalasHapus
  3. Masyaa allah ya orang minang di Mesir kompak dan cukup banyak jug hingga bisa menampilkan acara sebagus dan sebesar ini di sana

    BalasHapus
  4. Jadi makin kangen kampung ga sih kak? Hehe. Keren nih acaranya, apalagi kalau bisa nampilin budaya Indonesia ke WNA gitu ya. Mungkin bakal seru lagi. Semoga organisasinya bisa bikin acara bagus dan bermanfaat lainnya kak

    BalasHapus
  5. MasyaAllah seru sekali kalau baca pengalaman diluar negeri :D semoga kelak bisa main ke mesir...

    BalasHapus
  6. Masyaallah.. jadi pengen pulkam ndak Mbak? Hehe...

    BalasHapus
  7. Maasya Allah, kereen Uni. Semakin cinto jo minangkabaušŸ„°

    BalasHapus
  8. Masya Allah keren banget Uni. Dan ini acara diadakan di Mesir ya .

    BalasHapus
  9. Serru.. berasa pulang kampung beneran ini mah ya..nuansa Minangnya kental sekali

    BalasHapus
  10. Sebagai orang Minang turut berbahagia dengan event ini...keren mengobati rindu pada kampung halaman

    BalasHapus